Habbatussauda' III


Habbatussauda telah digunakan secara luas sebagai obat dari berjenis penyakit selama lebih dari 2000 tahun yang lalu.

Riwayat Hadits yang mengulas tentang Habbatussauda diantaranya:
"Tetaplah kamu berobat dengan Habbatussauda, karena sesungguhnya di dalamnya mengandung bahan penyembuh bagi setiap penyakit kecuali mati". (HR Al-Bukhari)
Mengenai khasiat Habbatussauda yaitu :
Satu ulasan ilmu kedokteran menampilkan bahwa Habbatussauda mengandung lebih dari 100 unsur penting yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia antara lain :
  1. Anti inflamasi, mengobati perih dan radang tenggorokan.
  2. Anti Artritic, mengobati reumatik.
  3. Anti Analgesic, mengobati sakit gigi dan sakit kepala (migran).
  4. Aktivitas hormon mengatur haid dan meningkatkan aliran susu.
  5. Antiseptic, mengobati bau mulut.
  6. Antiphyretic, menurunkan demam
  7. Antivirus, mengobati flu dan penyakit lain yang disebabkan oleh virus (Thypus,DBD, Hepatitis, HIV/AIDS, Flu Burung, dsb.)
  8. Dematology, mengobati jerawat dan eksim.
  9. Urinary tract, mengobati saluran kemih dan batu ginjal.
  10. Sistem kekebalan, meningkatkan daya tahan tubuh (antibody) untuk menangkal penyakit.
  11. Gastro intestinal tract, mengobati mabuk, diare, kejang, konstipasi dan empedu.
  12. Mengobati penyakit asam lambung (maag).
  13. Sistem sirkulasi, meningkatkan kerja jantung.
  14. Nematocidal, membasmi cacing pita.
  15. Respiratory tract, mengobati sesak nafas (asma).
Dan menurut pengalaman para pengguna yang secara rutin mengkonsumsi Habbatussauda ditemukan khasiatnya antara lain mengobati darah tinggi, gula darah, darah rendah, diabetes, paru-paru, sakit dada yang kronis, kanker dan tumor, menyegarkan tubuh yang lesu, mandul, keputihan, menstabilkan hormon endocrine yang menguatkan syahwat, berbagai penyakit kulit gastrik, melancarkan pencernaan, mengatasi stress, sulit tidur (insomnia), menurunkan kolestrol, stroke, lumpuh sebelah, luka di hati, pencegahan dan kimotripi kanker dan tumor, TBC asam urat, batuk menyegarkan dan menetralisir halusinasi pengaruh obat-obatan, menghancurkan lemak yang berlebihan, menghaluskan dan mengencangkan kulit, baik untuk wanita sehabis melahirkan maupun mencegah infeksi sebelum dan sesudah operasi, mengencangkan otot—otot yang lentur dari dalam, pra-monopause, jantung, bengkak-bengkak, mencegah pendarahan, sakit menjelang dan waktu haid, pegal-pegal, neurosis (sakit jiwa ringan), anemia, epilepsi, dan bawasir.

Habbatussauda' II

Bagaimana Habbatussauda Menurut Para Ahli :
  • Prof. Dr. Hildebert Wagner, Institut fur Pharmazeutische Biologie, Muenchen-Jerman
Habbatussaudah terbukti menyembuhkan 70 % pasien allergi, termasuk didalamnya allergi serbuk dan debu juga jerawat dan neurodermitis (penyakit kulit), asthma dan lemahnya daya kekebalan tubuh. Mengkonsumsi jintan hitam secara teratur dapat menahan secara baik penyakit flu.
  • Dr. Peter Schleicher, Immunologe, München-Jerman
Minyak tanaman Habbatussaudah berkhasiat tidak hanya pada asthma, tetapi juga pada Neurodermitis.
  • Prof. Dr. Michael Meurer, Münchener Dermatologische Klinik, Jerman
Dengan mengkonsumsi Habbatussaudah dari Mesir dapat melawan kelelahan. Sebagai tambahan sebaiknya Habbatussaudah dimakan dengan Royal Jelly dengan perbandingan 2:1.
  • Dr. Mohammed Saleh, Kairo-Mesir
Habbatussaudah sangat berkhasiat, karena kandungan yang tinggi dari asam lemak tidak jenuh.
  • Prof. Dr. Walter Dorsch, München-Jerman
Terapi baru yang efektif, mudah dicerna, dan tidak mahal pada penyakit alergi adalah penggunaan asam lemak tidak jenuh dari minyak biji tanaman, terutama minyak Habbatussaudah.
  • Dr. Lutz Bannasch, München- Jerman
Ekstrak Habbatussaudah memiliki khasiat anti-tumor tanpa efek samping seperti pada yang terjadi pada Chemotherapi dan penyinaran.
  • Study of Nigella sativa on humans, University of South Carolina. USA
Habbatussaudah memiliki peranan yang penting pada pencegahan tumor. Pada pemakaian dalam waktu yang lama minyak Habbatussaudah memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu dapat mempercepat pembelahan sel.
  • Dr. Stanley Kopok, University of Arizona, USA
Karena kandungan tinggi berlipat-lipat asam lemak tidak jenuh, Habbatussaudah Oil sangat rentan terhadap oksidasi. Pada perubahan penyumbatan (sembelit) dalam tubuh maka diperlukan perlindungan selanjutnya dari pengaruh buruk oksigen reaktif. Karena alasan itu sangat penting untuk menambahkan Vitamin antioksidan (Vitamin E dan Beta-Carotin (Provitamin A) pada Habbatussaudah Oil.
  • Institut zur Erforschung neuer Therapieverfahren chronischer Krankheiten und Immunologie, Muenchen-Jerman
Habbatussaudah Oil terbukti meningkatkan jumlah Lymphosit, Leukosit dan Phygosit dalam darah. (Immunpharmacology 30/2 (1995), Habbatussaudah dapat meningkatkan signifikan waktu harapan hidup pasien kanker.
  • Journal of Clinical Oncology
Kanker dapat diobati dengan ekstrak Habbatussaudah; selain itu dimungkinkan pencegahan yang efektif terhadap efek sampingan dari Chemotherapie. Sangat penting adalah pengaruh rangsangan kekebalan.
  • Dr. Rajko Medenica, Hilton Head Island, South Carolina, USA
Sejarah Habbatussaudah Habbatussaudah ditemukan di kuburan Tutankhamen (Firaun), dan terbukti dalam kajian arkeologi memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan Mesir kuno, para dokter pribadi Firaun sudah mengenal minyak dan salep Habbatussaudah sebagai obat untuk mengobati gangguan pencernaan.
  • Al Biruni (973-1048), yang menggabungkan obat-obatan leluhur India dan Cina, menyebutkan bahwa Habbatussaudah adalah sejenis biji-bijian ini dibenarkan oleh Suhar Bakht yang menjelaskan bahwa Habbatussaudah sebagai habb-i-Sajzi (viz. Biji-bijian Sigzi). Referensi “biji-bijian” ini memugkinkan orang menggunakannya sebagai bahan nutrisi di abad ke-10 dan 11 Masehi.
Dalam sistem pengobatan di Greco-Arab/Unani-Tibb, yang berasal dari Hippocrates, Galen dan Ibnu Sina, Habbatussaudah merupakan penyembuh yang bernilai dalam mengobati disfungsi pencernaan dan hepatitis dan digambarkan sebagai stimulan untuk kondisi-kondisi berbeda, pereda demam tinggi.
Ibn Sina (980-1037), dalam “The Canon of Medicine,” dianggap banyak orang sebagai buku paling terkenal di dunia kedokteran di Timur atau Barat, menyatakan “Habbatussaudah dapat menstimulasi energi di tubuh dan membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat”.

Habbatussaudah juga termasuk dalam daftar obat-obat alamiah dalam buku Al-Tibb al-Nabawi (Pengobatan cara Nabi). Nabi Muhammad SAW pun telah merekomendasi penggunaan Habbatussaudah bagi kesehatan sebagaimana sabdanya di dalam hadits, “Gunakanlah Habbatus Sauda (Habbatussaudah), karena sesungguhnya di dalamnya terdapat obat bagi semua penyakit, kecuali kematian.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kalimat Nabi “gunakanlah Habbatus Sauda” juga menganjurkan untuk pemakaian Habbatussaudah secara konsisten.
(Dikutip dari berbagai sumber)

Habbatus Sauda'

Habbatussaudah adalah tanaman bunga Fennel dari keluarga Buttercup (Ranunculaceae). Menurut sejarah tanaman herba ini berasal dari Mediterania (terutama di Mesir), yang dewasa ini sudah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, seperti di jazirah Arab (Yaman, Saudi Arabia), Siria, Irak, sebagian Asia Tengah (India, Pakistan), negara-negara Laut Tengah (Yunani, Siprus) dan Amerika.
Tanaman perdu ini mengembangbiakkan dirinya sendiri hingga berbunga. Bunganya berwarna ungu kebirubiruan atau keputih-putihan. Batang bunganya bisa mencapai ketinggian 30-60 cm dan membentuk sebuah kapsul biji (kelopak) yang di dalamnya terdapat biji-biji trigonal berwarna putih. Saat kapsul buah tersebut matang, ia akan membuka dan biji-biji yang ada di dalamnya berubah menjadi hitam warnanya (Habbatussaudah Seed). Bagian ini lah (biji hitam) yang dimanfaatkan sebagai herba kesehatan, memiliki aroma khas dan bentuknya sama seperti biji wijen, namun berwarna hitam dan berserabut, panjangnya tidak lebih dari 3 mm.
Habbatussaudah dikenal dengan banyak nama berbeda di setiap tempat. Ada yang menyebutnya Black Caraway, ada juga yang menyebutnya Black Seed, atau bahkan Coriander Seeds. Di dunia Arab Habbatussaudah dikenal dengan nama Habbatul Baraka (biji yang diberkati), di Persia disebut Shonaiz, di Turki Cörekotu Siyah, dalam bahasa Hindi dikenal dengan nama Kalounji dan di Nusantara (Indonesia dan Malaysia) diberi nama Jintan Hitam. Dalam istilah ilmiah (latin) herba ini dikenal dengan nama “Nigella sativa L.”. Habbatussaudah mengandung minyak eter yang dapat membantu pencernaan dan mengurangi masalah usus.